Dua TKW Disetrum Majikan

Kamis 6 Maret 2008, Jam: 9:56:00

JAKARTA (Pos Kota) – Raut muka Tari binti Tarsim,27, terlihat sedih saat menceritakan dirinya pernah disetrum oleh majikannya ketika bekerja di Arab Saudi. Tari dituduh majikannya mempunyai ilmu sihir yang mengakibatkan anaknya sakit.

“Saya disetrum dan dipukul menggunakan begal (ikat kepala seperti sorban),” kata Tari, di Kantor Departemen Luar Negeri, Jakarta, Rabu siang.

Ia bersama rekannya Ruminih binti Surtim merupakan tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di sebuah keluarga besar bernama Yahya Majeed Syagatir. Keluarga ini mengelola peternakan, di kawasan Aflah, tiga kilometer dari Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Tari dan Ruminih berkerja di keluarga itu dengan gaji 600 riyal, atau Rp2,1 juta per bulan. Sebelumnya, TKW Indonesia yang bekerja di keluarga ini ada dua orang yang meninggal dunia akibat disiksa majikannya yakni, Siti Tarwiyah binti Slamet dan Susmiati binti Abdul Fulan.

Sedangkan majikan tempat mereka bekerja, menurut Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo kini sudah dipenjara. “Majikan mereka sudah dipenjara,” kata Teguh yang enggan menyebutkan nama majikannya.

Tari dan Ruminih, Rabu (5/3) dijemput oleh Teguh dari Bandara Soekarno-Hatta lalu dibawa ke Kantor Deplu untuk diserah-terimakan kepada pihak keluarga. Tari sendiri berangkat ke Arab melalui PJTKI PT Arya Duta Bersama dan Ruminih melalui PT Amri Margatama.

Kedua TKW ini mendapat uang dari Yayasan Paramitra sebesar 2000 dolar AS, atau Rp18 juta (kurs 1 dolar AS sama dengan Rp9.000,-) sebagai uang santunan dan 2000 dolar AS sebagai pendapatan gaji maksimal, sehingga masing-masing kedua TKW itu mendapat Rp36 juta.

Tari dan Ruminah bekerja di keluarga Syagatir sejak April 2006. Pada bulan Agustus 2007 mulai mendapat siksaan dari majikan lelakinya. Tari sendiri berangkat ke Arab melalui PJTKI PT Arya Duta Bersama dan Ruminih melalui PT Amri Margatama.

PERJUANGKAN KEADILAN
Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah berharap pemerintah tidak berpuas diri dengan sudah dipulangkannya Tari dan Ruminih. Menurutnya, pemerintah harus mempertanggungjawab kan kelanjutan proses hukumnya.

“Sudah sampai mahkamah apa belum? Jangan sampai kasusnya wasalam dan ditutup karena kedua TKI ini sudah kembali,” ujar Anis yang kecewa dengan sikap Deplu karena tidak diperkenankan mendampingi keluarga kedua TKI tersebut.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: