Pemerintah Indonesia Harus Memberikan Perlindungan Bagi BMI di Macau

forum-bmi-macau3.jpg

Jangan Hanya menuntut Devisa, Tapi perlindungan pun harus di berikan

Pada hari minggu 2/3/2008, bertempat di gedung Pastoral Youth, ATKI Macau menggelar Forum BMI. Forum BMI yang pertama kali di adakan di Macau ini, adalah sebagai bagian dari kampanye ATKI terhadap persoalan-persoalan yang dialami BMI di Macau, sekaligus sebagai ajang mengupas pengalaman antar BMI tentang persoalan-persoalan yang mereka alami selama bekerja di Macau.

Selain itu, dalam forum ini juga diadakan sosialiasi terhadap hak-hak buruh migran yang diakui oleh hukum perburuhan Macau.

Dalam forum tersebut, Ade Ahmad dari Asia Pacific Mission for Migrant (APMM) yang diundang sebagai pembicara menyatakan “Praktek potongan gaji di Macau bahkan lebih parah di banding di Hong Kong, rata-rata BMI di Macau dikenakan potongan gaji antara 7 – 9 bulan, potongan gaji ini dikenakan terutama kepada BMI yang dikirim langsung dari Indonesia. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah Indonesia, karena praktek overcharging tersebut semakin marak setelah di tetapkannya job order untuk Macau oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2007, hal ini menunjukan, pemerintah Indonesia, hanya ingin mengeruk keuntungan dari BMI, baik melalui uang kiriman BMI maupun pendapatan lainnya, tanpa memikirkan perlindungan dan kesejahteraan BMI tersebut”

Sedangkan Lina, ketua Migrante Macau yang juga diundang sebagai pembicara mengatakan “Walupun masih sangat minim, sebenarnya hukum perburuhan di Macau telah mengatur tentang hak-hak BMI, seperti besaran gaji, libur mingguan, jam kerja, akomodasi dan hak atas biaya pemulangan buruh migran, namun biasanya, agency yang mengirim buruh migran kesini, tidak menyampaikan informasi tersebut kepada buruh migrannya, dan sayangnya, pemerintah Indonesia juga tidak berbuat apa-apa untuk itu”

Forum yang di hadiri oleh sekitar 100 BMI ini diadakan selama 3 jam dari pukul 14.00 sampai 17.00. Peserta Forum BMI ini juga cukup aktif memberikan masukan terhadap pengalaman yang mereka hadapi.

“Di Macau, ada sekitar 7000 sampai 8000 BMI, mayoritas dari mereka adalah berasal dari BMI yang menjadi korban agency di Hong Kong. Mereka memilih pergi ke Macau biasanya karena belum siap pulang ke Indonesia karena alasan ekonomi dan juga karena memang dikirim oleh agency di Hong Kong” ungkap Erik salah satu Pengurus ATKI Macau yang juga menjadi salah satu pembicara

Erik Menambahkan “Sikap pemerintah Indonesia terhadap BMI di Macau sangat buruk, bahkan salah seorang staff KJRI dalam sebuah forum di Macau mengatakan bahwa, BMI di Macau adalah orang-orang yang sudah tidak laku di jual di Hong Kong, ungkapan ini menunjukan bahwa BMI bagi mereka adalah barang dagangan bukan warga negara yang patut di lindungi ”

“Kita sudah melakukan berkali-kali kampanye terhadap peningkatan pelayanan pemerintah Indonesia terhadap BMI di Macau, yang menghasilkan dibukanya kantor pelayanan KJRI Hong Kong di Macau, namun bila sebelumnya mereka menjanjikan kantor itu akan melayani BMI Macau setiap hari Sabtu dan Minggu, kenyataannya sekarang, kantor itu hanya melayani BMI pada hari minggu, itupun cuma 2 jam pelayanan, untuk itu, kita akan meningkatkan kampanye kita kepada pemerintah Indonesia untuk peningkatan pelayan bagi BMI di Macau” tambah Erik yang di sambut tepuk tangan peserta Forum.

Selain itu, dalam forum migran tersebut juga muncul rekomendasi untuk memperjuangkan tuntuan atas hak libur nasional dan hak izin tinggal di Macau selama proses tuntutan labour departemen kepada pemerintah Macau.#  

Untuk Referensi:  Erik (Juru Bicara) 

Phone:+ (853) 66406886

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: