Ribuan BMI di Hong Kong menolak SE 2258

10-februari-2008.jpg 

KJRI Harus Lindungi BMI dari Pemerasan Agency
 
“BMI tidak akan lelah, kita akan teruskan perjuangkan penolakan SE 2258 sampai kapanpun dan menuntut pemberlakuan kontrak mandiri bagi seluruh BMI di Hong Kong dengan syarat mudah.”

Pernyataan ini diutarakan Eni Lestari, Koordinator Persatuan BMI Anti Overcarging (PILAR) menyikapi sikap KJRI HK yang belum mau mencabut SE 2258 meski aksi beruntun telah dilancarkan oleh BMI di Hong Kong.
PILAR juga menambahkan bahwa persoalannya hari ini menjadi jelas, SE 2258 dikeluarkan KJRI untuk memastikan agency dapat secara aman memotong gaji BMI secara ilegal selama 7 bulan.

 potongan-gaji-ilegal.jpg

Potongan Gaji Ilegal Jelas Melanggar Hukum (Photo: PILAR)

Potongan gaji seperti ini jelas melawan hukum Hong Kong, karena praktek pemotongan gaji 7 bulan yang dilakukan agency terhadap BMI atau sekitar HK$3.000 setiap bulannya, jelas melanggar peraturan tentang batas maksimum potongan gaji yang ditetapkan pemerintah Hong Kong, yaitu ¼ gaji bulanan buruh migran setiap bulannya atau maksimum HK$870 seperti yang diatur dalam Labour Ordinance of Hong Kong.
Pernyataan KJRI yang dimuat dalam surat kabar di Hong Kong akhir-akhir ini jelas menunjukan sikap mereka mendukung potongan gaji ilegal 7 bulan yang dikenakan agency terhadap BMI.
“Jelas bagi kita sekarang, setelah BMI mulai sadar bahwa potongan gaji 7 bulan adalah illegal, dan BMI yang telah sadar memutuskan untuk keluar dari agency dan menyetop setoran potongan gaji 7 bulan. Karena itulah KJRI membantu agency dengan mengeluarkan peraturan yang melarang BMI untuk keluar dari agency dan memaksa mereka membayar potongan gaji ilegal 7 bulan, inilah bukti bahwa KJRI memihak agency bukan BMIl” tambah Eni.
Eni menambahkan “Pemerintah Indonesia seharusnya memikirkan bagaimana caranya BMI tidak menjadi korban potongan gaji illegal 7 bulan gaji, bukan malah melegalkan praktek menindas itu”
Potongan 7 bulan gaji yang dikenakan agency terhadap BMI adalah akibat dari besarnya biaya penempatan yang dikenakan terhadap BMI, yaitu HK$21.000. Besaran biaya ini jelas overcharging (biaya penampatan selangit) karena pemerintah Hong Kong hanya memperbolehkan biaya agen sebesar 10% dari gaji pertama buruh migran atau hanya sebesar HK$348.
“Satu-satunya solusi agar BMI lepas dari perasan agency adalah dengan cara memberlakukan kontrak mandiri bagi seluruh BMI di Hong Kong dengan syarat mudah. Melalui kontrak mandiri, BMI punya alternatif untuk menghindari agency-agency yang memeras dan meminta biaya tinggi” tegas Eni.

Rapat Akbar BMI menolak SE 2238 dan aksi ribuan ke Konsulat RI
Seperti yang telah ditegaskan oleh PILAR sebelumnya, hari ini, minggu 10/02/2008, ribuan BMI berkumpul bersama dalam rapat akbar BMI menolak SE 2258, rapat akbar yang digelar oleh PILAR ini dimulai sejak jam 10 pagi, selama rapat akbar berlangsung, tidak henti-hentinya BMI meneriakan penolakan terhadap SE 2258.
Tepat pukul 14.30, massa PILAR yang berkumpul di lapangan Victoria Park mulai bergerak menuju kantor Konsulat RI di Hong Kong. kepolisian Hong Kong yang hanya memberikan izin 350 orang yang boleh bergabung dalam aksi ke konsulat memeriksa jumlah massa aksi sebelum mengizinkan massa aksi bergerak menuju konsulat.
Namun walaupun dilarang bergabung dengan barisan aksi, ratusan BMI yang tidak dapat mengikuti barisan aksi mencari cara untuk juga dapat bergabung bersama kawan-kawan mereka di di depan konsulat, akhirnya, walaupun dengan pengawalan ketat polisi Hong Kong, massa aksi di depan Konsulat semakin besar hingga mencapai 1200 orang.
“Hari ini kita membuktikan, bahwa BMI tidak akan pernah mengingkari janjinya, sebulan lalu ketika PILAR pertama kali melancarkan aksi penolakan SE 2258, kita telah berjanji bahwa tanggal 10 februari, ribuan BMI akan mengepung konsulat, dan hari ini kita buktikan, bahwa BMI tidak takut dan lelah untuk menolak SE 2258, dan hari ini ribuan BMI telah bergabung dalam penolakan ini” teriak Eni dalam orasinya.#
 
PILAR dan GAMMI
Anggota: Akhwat Gaul, Alexa Dancer, Al Fattah, Al Hikmah, Al Istiqomah Internasional Muslim Society, Al Ikhlas, Al Jamiatus Solehah, An Nisaa International Muslim Society, Arrohmah, Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI-HK), Birul Walidain, Borneo Dancers, Dance in Freedom (DIF), Forum Muslimah Al Fadhilah (FMA-HK), Ikatan Wanita Muslim Indramayu Cirebon (IWAMIC), Ikatan Wanita Hindu Dharma Indonesia (IWHDI), Java Dance, KREN Dancers, Nur Muslimah Shatín, Peace, Simple Groups, Terali Dancer, Wanodya Indonesian Club, Zaqia. 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: